Definisinya ialah pandangan dan perasaan kita untuk menilai tentang semua yang ada pada diri kita, baik dari dalam maupun dari luar. Dengan adanya konsep diri maka kita akan membangun rasa percya diri pada diri kita.Setiap orang pasti memiliki pandangan tentang konsep dirinya yang berbeda-beda. Ada yang memiliki konsep diri negatif, tetapi ada juga yang memiliki konsep diri positif. Kita akan berperilaku sesuai dengan konsep diri yang kita miliki.Misalnya, kalau kita selalu menganggap diri kita bodoh, maka nantinya kita bisa benar-benar bodoh. Karena itu, memiliki konsep diri negatif bukanlah hal yang baik. Bahkan, dengan kita memiliki konsep diri yang negatif malahan akan membuat kita merasa tidak percaya diri. Berbeda dengan jika kita, memiliki konsep diri yang positif. Misalnya, kita merasa remaja yang sehat, maka kita akan berusaha untuk hidup sehat juga. Dengan memiliki konsep diri yang positif kita akan selalu berpikiran positif. Hal ini dapat memacu rasa percaya diri kita untuk selalu melakukan hal – hal yang kita anggap baik untuk diri kita dan orang lain.

Masalahnya, terkadang kita tidak memiliki rasa percaya diri dan kita selalu memiliki konsep diri yang negatif tentang diri kita. Misalnya saja, jika kita merasa tidak memiliki bakat. tidak pintar, dan hal – hal negatif lainnya yang dapat menghancurkan rasa percaya diri kita. Padahal kalau kita berusaha untuk melihat lebih dalam, kedalam diri kita. Maka, kita akan bisa melihat kelebihan yang kita miliki. Selanjutnya, tergantung bagaimana kita mengasah kelebihan yang kita miliki agar kelebihan itu dapat menumbuhkan rasa percaya diri kita. Misalnya, kita dapat mengikuti kursus – kursus atau kompetisi-kompetisi yang dapat menumbuhkan bakat dan minat yang kita miliki. Hal inilah, yang dapat membantu kita untuk menemukan apa yang selama ini tidak dapat kita temukan dalam diri kita.
Konsep diri terdiri dari 5 komponen
( Stuart dan Sundeen,1991 ) yaitu :
1). Gambaran diri
Gambaran diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar atau tidak sadar termasuk persepsi dan perasaan tentang ukuran dan bentuk, fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu. Gambaran diri ini harus realistis karena lebih banyak seseorang menerima dan menyukai tubunnya akan lebih aman sehingga harga dirinya meningkat.

Perubahan pada tubuh seperti perkembangan payudara, perubahan suara, menstruasi dsb. Merupakan perubahan yang dapat mempengaruhi gambaran diri seseorang.
2) Ideal diri
Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berprilaku sesuai dengan standar pribadi. Standar ini dapat berhubungan dengan tipe orang atau sejumlah aspirasi cita-cita nilai yang di capai. Ideal diri mulai berkembang pada masa kanak-kanak yang dipengaruhi oleh orang penting dari dirinya yang memberikan tuntutan atau harapan. Pada masa remaja, ideal diri akan dibentuk melalui proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Ideal diri sebaiknya ditetapkan lebih tinggi dari kemampuan individu saat ini tapi masih dalam batas yang dapat dicapai. Ini diperlukan oleh individu untuk memacu dirinya ketingkat yang lebih tinggi.
3) Harga diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai degan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri.
Harga diri yang tinggi berakar dari penerimaan diri tanpa syarat sebagai individu yang berarti dan penting walaupun salah, gagal atau kalah. Hargadiri diperoleh dari penghargaan diri sendiri dan dari orang lain yaitu perasaan dicintai, dihargai dan dihormati.
Frekuensi pencapaian tujuan akan menghasilkan harga diri tinggi atau juga harga diri rendah. Jika individu selalu berhasil maka cenderung mempunyai harga diri yang tinggi dan jika individu sering mengalami kegagalan maka cenderung mempunyai harga diri yang rendah.
Untuk meningkatkan harga diri dapat dilakukan dengan cara:
a. Memberi kesempatan untuk berhasil yaitu dengan memberikan tugas yang kemungkinan dapat di selesaikan, kemudian diberi pujian atau penghargaan atas keberhasilannya.
b. Menanamkan gagasan dengan member gagasan yang dapat memotivasi kreatifitas untuk berkembang.
c. Mendorong aspirasi dengan menaggapi pertanyaan dan pendapatnya serta member dukungan terhadap aspirasi yang positif sehingga merasa diterima.dll
Harga diri akan meningkat sesuai dengan meningkatnya usia dan sangat terancam pada masa pubertas. Pada saat ini, hargadiri banyak mengalami perubahan karena dampak keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri. Pada masa remaja dituntut untuk mementukan pilihan, posisi, dan peran dan memutuskan apakah mampu meraih sukses dari suatu bidang tertentu.
Pada masa dewasa, harga diri semakin stabil dan memberikan gambaran yang jelas tentang dirinya, Hal ini didapatkan dari pengalaman menghadapi kekurangan yang ada pada diri dan meningkatkan kemampuan secara optimal.
4). Peran
Peran adalah pola sikap, prilaku, nilai dan tujuan yang di harapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat. Posisi di masyarakat dapat menjadikan stressor terhadap peran karena struktur sosial yang menimbulkan kesukaran atau tuntutan posisi yang tidak mungkin dilaksanakan. Stres peran terdiri dari konflik peran, peran yang tidak jelas, peran yang tidak sesuai dan peran yang berlebihan.
Konflik peran dialami jika peran yang diminta konflik dengan system individu atau peran yang konflik satu sama lain

Peran tidak jelas, terjadi jika perilaku diberi peran yang tidak jelas dalam hal perilaku dan penampilan yang diharapkan.

Arti peran tidak sesuai terjadi jika indifidu dalam proses transisi merubah nilai dan sikap

Peran berlebihan terjadi jika individu menerima banyak peran tetapi tidak mampu untuk melakukannya.

5). Identitas
Identitas adalah kesadaran akan diri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat adalah seseorang yang memandang dirinya berbeda dengan orang lain termasuk persepsinya terhadap jenis kelamin, memiliki otonomi yaitu mengerti dan percaya diri, respek diri, mampu dan menguasai diri, mengatur diri sendiri dan menerima diri.